PONDOK PESANTREN DAARUS SA'ADAH

VISI

Membentuk santriawan/wati yang berilmu amaliah, beramal ilmiah dan berakhlakul karimah

MISI

Menerapkan Kurikulum Terpadu SKB 3 Menteri, Kurikulum PonPes Modern dan Salafiah Secara Komperehensif

MOTTO

Hidup adalah perjuangan, Berani hidup berani berjuang, Takut berjuang jangan hidup.

RISALAH

TIDAK DIKATAKAN HIDUP BAGI MANUSIA YANG HATI DAN PIKIRAN-NYA TELAH REDUP

RISALAH

KESUKSESAN DALAM SEGALA HAL HANYA AKAN DAPAT DICAPAI BILAMANA KITA MAMPU BERKONSOLIDASI BUKAN MAIN MANIPULASI

(QS. Luqman: 16)

“(Luqman berkata), ‘Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha halus lagi Maha Mengetahui.”

“Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).”(QS. Luqman: 17)

SEJARAH PONDOK PESANTREN DAARUS SA'ADAH

       Pondok pesantren Daarus Sa'adah merupakan sebuah pesantren yang berdiri pertama kali didaerah ketapang, cipondoh, yang didirikan oleh KH. Sumarno Syafi'I dan kerabatnya. Pembangunan selesai pada tahun 1990 dan mulai dibuka pada awal tahun 1992. Begitu banyak sejarah yang tercatat dan tertuang pada kertas perjalanan hidup pondok pesantren Daarus sa'adah yang tidak terlupakan atau menjadi moment penting baik suka maupun duka yang membawa perubahan hingga 30 tahun berjalan saat ini yang telah mengeluarkan ribuan alumni sampai 18 angkatan yang telah terselesikan program muallimin 6 tahun yang diwisudakan / haflah dengan berbagai macam kenangan dan cerita. 

       Peresmian pondok pesantren Daarus Sa'adah, pada tanggal 07 Desember 1991, yang diresmikan oleh KH. SYUKRON MA'MUN, Selaku guru dari KH. SUMARNO SYAFI'I, dan dihadiri oleh para ulama dan habaib serta rekan rekan dakwah KH. Sumarno Syafi'I, diantaranya: KH. Damanhuri, KH. Ahya Al-Anshori, KH. Munawar Mukhtar, KH. Abu Hanifah, KH. Manarul Hidayat, KH. Fahmi , Habib Idrus Jamalullail dan banyak ulama lainnya. 

       Seiring berjalannya waktu dan pembangunan yang terus dikembangkan dan dikembangakan lebih bagus lagi, ketika dahulu santri makan ditempat sembarangan/makan diaman tempat karena belum tersedia tempat makan ( math'am ), untuk mengimbangi pembangunan yang telah pesat, akhirnya kyai memiliki keretif dan pemikiran untuk membuat tempat makan santri. Pada tahun 2011 dibuatlah ruang makan santri dan santri santriwati dengan dilengkapi sarana dan prasarana seperti meja, bangku, kulkas, westafel cuci piring dll, demi menyeimbangi pembangunan dan stabilitas sarana dan prasarana yang ada. 

       Dahulu santri berpakaian bebas, akan tetapi ditahun 2014, kyai menetapkan bahwa seragam santri hanya boleh kokoh putih dan gamis hitam bagi santri perempuan, tujuannya agar mereka menyeimbangi keadaan tidak bermodel dan mengutamakan fashion, jadi sampai saat ini seluruh santri putra tidak diperkenankan mengenakan kaos berwarna dan baju kokoh warna, hanya baju kokoh putih yang diwajibkan, serta santri putrid hanya mengenakan gamis hitam. Efek dari peraturan ini, membawa kemashlahatan yang baik, karena semua santri sama rata tidak ada yang memiliki baju bagus atau jelek, semua sama berwarna putih dan hitam, yang seperti inilah hidup yang diajarkan rasulullah untuk menyeimbangi dengan yang lainnya, agar kesannya kita tidak angkuh atau lainnya. 

       Demikian ujung kejadian kejadian yang hingga melekat bahkan menjadi sebuah aturan sampai saat ini adalah peraturan menjenguk santri. Dahulu santri dijenguk bebas dan kapan saja boleh, namun pada tahun 2015, kyai mengeluarkan peraturan yang banyak tidak disetujui oleh semua wali santri, yang pada akhirnya seluruh wali santri demo didepan pagar pesantren dan merusak pagar pesantren karena kebijakan kyai yang otoriter yakni peraturan menjenguk 1 bulan sekali hanya diminggu ke 2 saja sekaligus pertemuan wali santri dengan kyai dalam acara ngaji bulanan, namun pada akhirnya hingga saat ini wali santri setuju dengan peraturan ini, ternyata ini lebih baik dan tidak menyita banyak tenaga dan materi, karena hanya sebulan sekali, akhirnya hingga saat ini seluruh santri dijenguk hanya sebulan sekali, dengan demikian peraturan kyai yang pada awalnya ditentang oleh semua wali santri akhirnya tahun 2016 ini bisa diterima dengan baik , yang sebenarnya semua peraturan yang kyai keluarkan dan terapkan itu semua baik buat kita.

DAARUS SA'ADAH MAHADUNA



Santri yang baik adalah Santri yang mampu membentuk keadaan menjadi lebih berarti bukan diam tanpa sikap mengikuti arus keadaan apa adanya, dan ia pun mampu menenyikapi setiap kesulitan atau tantangan yang datang setiap kali menerpa dan menyikapinya sebagai hadiah untuk meraih khusnul khatimah. Karena ia sadar betul bahwa manusia itu akan lebih dewasa lagi dan bersikap bijak manakala ia diperkaya pengalaman dan khazanah pemahaman terhadap apa yang tengah dihadapinya. 

Berbicara tentang Daarussa’adah menuju “GOLDEN YEAR”, sejarah pun mencatat bahwa bagaimana ketika tempo dulu sebelum masa orde baru, bahwa Daarussa’adah adalah salah satu Ma’had yang cukup diperhitungkan taring keilmuan para santri-nya diantara Ma’had-ma’had yang ada. Karena tak jarang acap kali ma’had kita mengukti lomba antar tingkat Kecamatan, Kabupaten Kota, bahkan hingga tingkat Jabodetabek, Ma’had kita mewakili kejuaraan dari sederet lomba yang telah diikuti. Mulai dari MSQ, lomba adzan, Qira’atul kutub, Ceramah tiga bahasa dll. Hal ini terbukti dengan cukup banyaknya piala penghargaan yang telah didapat kala itu. Merupakan kebenggaan memang, namun apalah arti sebuah kebanggaan tempo dulu bila tidak kita jaga kelestariaan-nya saat dini. Rupanya estafet kejuaraan seakan terputus, entah apa yang membuat hal ini dapat terjadi, yang jelas ini merupakan bahan renungan kita bersama dan harus mampu di reinterpretasi oleh sederet kaum IP3DS muda dan Dewan Assatidz serta dengan restu kyai sendiri tentunya.

Berhentilah Menutup Diri Dan Mulai-Lah Memberi Arti, rupanya saat ini kita cenderung mentup diri, ditambah lagi kurangnya komunikasi yang sehat antar sesama kita. IP3DS yang seyogya-nya mampu menjadi peluru emas yang siap dalam setiap keadaan, seakan diragukan kemampuan-nya. Hal ini terbukti dari sikap konservatif dalam metode berpikir & tindakan mereka, entah hal apa yang membuat IP3DS muda masih bersikap seperti itu, Karena tidak menutup kemungkinan hal ini terjadi karena banyak-nya kendala-kendala yang belum teratasi. 

Buku sederhana yang ada ditangan anda ini, kiranya dapat membuang kepongahan yang selama ini menjelma dalam jiwa & Zona kita. Ma’had Daarussa’adah milik kita santri Daarussa’adah bukan mereka yang sekedar numpang mampir dan menabur percikan bom waktu yang cukup membahayakan. Kekeliruan yang ada dalam benak kita terhadap ma’had ini, tentunya disikapi dan diatasi secara bersama dan dimusyawarahkan dengan arif serta bijaksana. Pasalnya, kuranga-nya sikap atau rasa memiliki terhadap apa yang semestinya dimiliki, menjadikan pelakunya hilang rasa kepedulian-nya hingga hilang pula apa yang di miliki-nya. 

MA’HADUNA perlu mengobarkan semangat api kesuksesan yang kini mulai redup, dan bersama IP3DS muda kita bisa. BERSATULAH !!!

ORGANISASI-KU ?

Perlu kita ketahui bahwa makna organisasi adalah kumpulan beberapa orang yang mempunyai tugas masing-masing dengan tujuan yang sama dan disusun secara berstruktur . Atau juga, gabungan beberapa kelompok kerja yang melakukan kegiatan bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan . 

 Penulis memberikan suatu pengertian, bahwa IP3DS adalah sebuah organisasi yang tidak dapat dinafikan lagi ke-Eksistensian-nya di panggung Potren Daarussa’adah ini. Namun yang menjadi pertanyaan besar saat ini adalah pernahkah IP3DS memiliki tujuan khusus, atau Visi-Misi tertentu didalam menjalankan roda ke-organisasian-nya & hendak dibawa kemana IP3DS ? tak perlu dipaparkan ulas jawaban-nya disini dan biarlah pembaca sendiri yang menilai-nya. bukan berarti penulis menafikan kinerja IP3DS, namun sejauh ini tidak terlihat arah dan tujuan IP3DS hendak kemana ia berlabuh pada setiap masa Khidmat-nya ?, 

IP3DS adalah Organisasi & bukan Wahana Rekreasi, Fahami itu !!!. Dan sudah saat-nya IP3DS membaur cair dengan setiap lapisan atau elemen yang ada di Pondok Pesantren DAARUSSA’ADAH ini dan tidak sekedar tampil anget bubur ayam tanpa apresiasi dan kurang konstribusi dari pihak pengamat, yang tujuan-nya adalah supaya tercapai kepada apa yang akan menjadi tujuan. dan Mudir selaku pimpinan sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Daarussa’adah beliau adalah supir sekaligus aikon atau public figur Ma’had kita. namun kendati demikian, roda ke-pengurusan organisasi tetap saja IP3DS muda-lah yang sepatut-nya menjadi Dinamo dan Starter penggerak kepengurusan agar lebih terorganisir.

TAJUK RENUNGAN

Tulisan ini sebagai bahan perenungan dan sekaligus motivasi agar kiranya santri atau peserta didik utama-nya IP3DS muda Pontren Daarussa’adah mampu bangkit menghadapi tatangan arus globalisasi yang semakin kuat mengikis moralitas & himmah seluruh kaum santri /pelajar saat sekarang ini. 

Globalisasi dengan kemajuan teknologi informasi yang kini semakin canggih, kiranya dapat memacu segenap IP3DS muda untuk mampu bangkit lebih baik lagi. Tentunya, hal ini tidak terlepas dari beberapa komponen yang menjadi syarat mutlak guna menjadi santri sejati yang siap sukses di masa depan nanti. Hubbul Ma’had yang sejati-nya menjelma dalam pikiran dan hati setiap santri yang hingga pada akhirnya mengkristal dalam setiap jiwa santri tersebut. 

Akan tetapi, betapa hati tidak menjerit terhimpit, relung jiwa terguncang, & harga jiwa santri tercabik sakit, ketika saya bahkan kita melihat eksistensi moralitas mereka telah mengalami Krisis Akhlak & degradasi moral. Seringkali kita membanggakan Daarussa’adah tempo dulu yang mungkin jauh lebih baik dari sekarang[1], bukan saya menafikan atau menilai kekurangan yang ada, saya pribadi-pun turut bersuka-cita, namun apalah arti sebuah kebanggaan tempo dulu jika saat ini kita sendiri seakan tidak ter-ilhami bahkan untuk menjaga sekalipun seakan tak Mampu. Tidak sedikit terbayangkan segudang kendala yang ada di benak dan mungkin kita-pun masing-masing memendam-nya, saat kita melihat seorang santri yang seakan telah hilang etika kepada guru-gurunya bahkan mungkin kepada kyai-nya sendiri, pupus-nya rasa hormat kepada yang lebih tua, menghargai kepada sesama dan menyayangi yang lebih kecil seakan sudah tak tersirat lagi. Dan bukan hanya itu, berapa banyak santri yang Junior (MTs) yang seringkali tidak merasa nyaman ada di pondok alias (gak betah) dan lain sebagai-nya dikarenakan sikap kurang baik dari kakak kelasnya. 

Kiranya hal diatas mampu menjadi cambuk yang melucut diri kita untuk bertanya dengan sunguh-sungguh & disertai jiwa Ruhul Ma’had, ADA APA DENGAN DAARUSSA’ADAH? Buku yang sederhana ini akan mencoba untu memaparkan apa yang telah terjadi berikut penanganan Ideal & Kondusif SEPERTI SEHARUS-NYA. 

[1] Kongres beberapa alumni terkait kenyamanan Daarussa’adah. 23 januari 2014

IP3DS

Santri yang baik adalah Santri yang mampu membentuk keadaan menjadi lebih berarti bukan diam tanpa sikap mengikuti arus keadaan apa adanya, dan ia pun mampu menenyikapi setiap kesulitan atau tantangan yang datang setiap kali menerpa dan menyikapinya sebagai hadiah untuk meraih khusnul khatimah. Karena ia sadar betul bahwa manusia itu akan lebih dewasa lagi dan bersikap bijak manakala ia diperkaya pengalaman dan khazanah pemahaman terhadap apa yang tengah dihadapinya. 

Berbicara tentang Daarussa’adah menuju “GOLDEN YEAR”, sejarah pun mencatat bahwa bagaimana ketika tempo dulu sebelum masa orde baru, bahwa Daarussa’adah adalah salah satu Ma’had yang cukup diperhitungkan taring keilmuan para santri-nya diantara Ma’had-ma’had yang ada. Karena tak jarang acap kali ma’had kita mengukti lomba antar tingkat Kecamatan, Kabupaten Kota, bahkan hingga tingkat Jabodetabek, Ma’had kita mewakili kejuaraan dari sederet lomba yang telah diikuti. Mulai dari MSQ, lomba adzan, Qira’atul kutub, Ceramah tiga bahasa dll. Hal ini terbukti dengan cukup banyaknya piala penghargaan yang telah didapat kala itu. Merupakan kebenggaan memang, namun apalah arti sebuah kebanggaan tempo dulu bila tidak kita jaga kelestariaan-nya saat dini. Rupanya estafet kejuaraan seakan terputus, entah apa yang membuat hal ini dapat terjadi, yang jelas ini merupakan bahan renungan kita bersama dan harus mampu di reinterpretasi oleh sederet kaum IP3DS muda dan Dewan Assatidz serta dengan restu kyai sendiri tentunya. 

Berhentilah Menutup Diri Dan Mulai-Lah Memberi Arti, rupanya saat ini kita cenderung mentup diri, ditambah lagi kurangnya komunikasi yang sehat antar sesama kita. IP3DS yang seyogya-nya mampu menjadi peluru emas yang siap dalam setiap keadaan, seakan diragukan kemampuan-nya. Hal ini terbukti dari sikap konservatif dalam metode berpikir & tindakan mereka, entah hal apa yang membuat IP3DS muda masih bersikap seperti itu, Karena tidak menutup kemungkinan hal ini terjadi karena banyak-nya kendala-kendala yang belum teratasi. Buku sederhana yang ada ditangan anda ini, kiranya dapat membuang kepongahan yang selama ini menjelma dalam jiwa & Zona kita. Ma’had Daarussa’adah milik kita santri Daarussa’adah bukan mereka yang sekedar numpang mampir dan menabur percikan bom waktu yang cukup membahayakan. Kekeliruan yang ada dalam benak kita terhadap ma’had ini, tentunya disikapi dan diatasi secara bersama dan dimusyawarahkan dengan arif serta bijaksana. Pasalnya, kuranga-nya sikap atau rasa memiliki terhadap apa yang semestinya dimiliki, menjadikan pelakunya hilang rasa kepedulian-nya hingga hilang pula apa yang di miliki-nya. MA’HADUNA perlu mengobarkan semangat api kesuksesan yang kini mulai redup, dan bersama IP3DS muda kita bisa. BERSATULAH !!!

SEKILAS KEPEMIMPINAN

Kepemimpinan cukup menarik untuk dibahas dalam rangka meningkatkan kemampuan dan ketrampilan dalam Mempengaruhi Orang banyak.  Karena “Pengaruh” adalah Hal yang sangat Fundamental dalam Kepemimpinan.  Berikut ini adalah 4 Elemen Dasar Kepemimpinan yang penting Anda pelajari yakni:     

Perintis (Path Finding)     
Penyelaras (Aligning)
Pemberdaya (Empowering)
Panutan (Modeling)

Fungsi Kepemimpinan Dasar ini menjadi Tolok Ukur Anda berhasil dalam sebuah Program Kerja Jangka Pendek maupun Jangka Panjang, baik dalam Konsep ataupun Implementasi.  Konsep dan Perencanaan atau Planning harus dibarengi dengan Pelaksanaan atau Execution.

1.  Perintis (Path Finding).

Fungsi perintisan dalam hal ini adalah Bagaimana Anda mampu menciptakan dan mencetak pemimpin-pemimpin lain, dan itu adalah Langkah Awal dalam sebuah Kepemimpinan.  Anda dapat dengan melakukan pendekatan secara personal dibandingkan secara struktural, karena bagaimana pun juga pendekatan manusiawi jauh lebih mumpuni.  Kedekatan emosional berguna dalam proses pemberdayaan berkelanjutan, sehingga Karyawan yang sebenarnya Mampu dalam Tugas dan Tanggung Jawab, namun terkendala dengan sesuatu, akan tetap tegar ketika masalah datang, sehubungan sikap Anda yang dekat kepada mereka.  Fungsi Perintisan ini adalah Bagaimana Anda mampu menanamkan Kepercayaan kepada masing-masing individu dalam Perusahaan, sehingga suatu waktu terjadi Rotasi atau Mutasi Anda tidak perlu membawa serta Tim-tim Pendukung, karena Anda akan mampu membangun kembali Tim Terbaik dari Sumber Daya yang ada.

2.  Penyelaras (Aligning).

Fungsi Penyelarasan menunjukkan Anda menjadi penyeimbang dalam sebuah komunikasi, koordinasi, mediasi  dan segala hal yang terkait dengan Organisasi.  Anda sebagai pemimpin dapat diterima dengan alami, ketika memberikan Coaching and Counseling, atau Anda dapat diteladani pada saat memberikan Arahan dan ataupun Teguran.  Karyawan yang melakukan Kesalahan atau Kekeliruan tidak merasa dihakimi, bahkan merasa mendapatkan Perhatian karena bertindak salah dan dibenarkan.  Fungsi Penyelaras diperlukan Keseimbangan antara Reward and Punish, Umpan Balik, Inputan dan Kritikan.  Semua Tim merasakan kehadiran Anda dalam keseharian mereka, dan Anda menciptakan suasana Nyaman dan Kekeluargaan dalam ranah Profesional.  Hubungan Komunikasi tidak terhalang Struktur Organisasi, dan setiap Keterbukaan terjadi karena Kedekatan Personal namun bersifat Profesional.

3.  Pemberdaya (Empowering).

Fungsi Empowering mengajak Anda memberikan Kepercayaan dan Tanggung Jawab kepada masing-masing Individu dalam Tim, sehingga mereka dapat melakukan Kreasi dan Inovasi dalam Berkarya.  Visi dan Misi Perusahaan yang telah Anda turunkan dapat di Implementasikan dengan cara-cara Kreatif, Cerdas dan Praktis.  Anda tidak perlu mengajari Teknis yang hatus dilakukan, namun cukup dengan Arahan dan Gambaran yang mengacu pada Tujuan dan Goals Organisasi.  Pemberdayaan akan membangkitkan Winning Mentality, Winning Spirit atau Militant Spirit dalam mencapai Impian dan Cita-cita.  Pemberdayaan dapat dilakukan dengan menggalakkan kegiatan dan aktivitas Quality Improvement, Team Work, Talent Pool Development dan ditunjang dengan Konsep Reward and Punishment yang seimbang (selaras).

4.  Panutan (Modelling).

Setiap Pemimpin selalu akan menjadi Acuan atau Teladan dalam Sikap dan Perilaku mereka.  Anda sebagai pemimpin Perusahaan perlu menciptakan sebuah Role Model yang Ideal namun Applicable.  Kesederhanaan tidak akan menjatuhkan Nilai dan Martabat Struktur Anda sebagai Pimpinan dan Pemimpin Perusahaan.  Perilaku Feodal tidak harus menjadi Budaya yang saklek dalam setiap Seremonial atau Kegiatan Perusahaan. Meski dengan Fasilitas dan Sarana dari Perusahaan yang mungkin jauh berbeda dengan kebanyakan Karyawan dan Tim, sebagai Pemimpin tentunya Anda masih dapat bergaul bebas, lepas dan jelas.  Untuk itulah perlu melihat dan memperhatikan secara langsung Bagaimana Tim Anda bekerja di lapangan, sehingga setiap Program atau Konsep yang akan dijalankan dapat menjadi sebuah Ketertarikan (Excitement) bagi masing-masing individu.

4 Elemen Dasar Kepemimpinan yang penting Anda pelajari sebagai Perintis, Penyelaras, Pemberdaya, dan Panutan merupakan sebuah Siklus berulang yang Anda lakukan setiap waktu dan setiap saat kepada masing-masing Individu, tidak hanya kepada second layer dibawah Anda, namun perlu menyentuh seluruh lapisan Organisasi Perusahaan.  Pemimpin akan tetap Terlihat dimanapun dia berada.  Jadilah Pemimpin yang selalu dicari bukan untuk dipuja, melainkan pemimpin untuk diajak berdiskusi, bertukar pendapat, dan dikritisi.
DAARUS SA'ADAH 1 Jl. Wijaya Kusuma I Kel. Ketapang Kec. Cipondoh Kota Tangerang 15147.
DAARUS SA'ADAH 2 Jl. Gotong Royong, Desa Coreg Ciseeng kec.Parung, Bogor, Jawa barat.
Telp. (0812 1804 7444) (0812 9535 3511) (08569539 5936) (0878 8384 1330) (0815 1403 8159)Email. mtsdaarussa'adahcipondoh@gmail.com